Malu iya, cengengesan iya, percaya dirinya luar biasa, Itulah fuji . Ketika diserbu rentetan tanya yang sumbunya juara berapa dirinya, “saya lupa, mungkin juara sembilan” jawabnya sambil menempelkan hasil karyanya malam itu, Selasa (18/10), di Tabloid Dinding Kelasnya (XI.A), SMK Kesehatan Teros.
Nurhidayati, siswa kelas X SMK Kesehatan NW Teros
JUSM SMK KES TEROS
Motivasi untuk berkreasi yang di tunjukkan Fuji al-Fajri, patut di apresiasi. Bagi yang berpikiran bijak, karya fuji pasti di jadikannya inspirasi. Namun untuk yang berpikiran picik, mungkin saja karyanya sebatas sampah yang pantasnya di buang saja. Fuji adalah satu diantara ribuan generasi di bangsa ini yang saat ini sedang menimba ilmu di SMK Kesehatan Teros. Fuji adalah kakak kelasku, terkait fuji yang menempelkan karyanya di Tanding kelasnya, infonya saya dapatkan dari Pembina Jurnalistik Remaja.
Jurnalitik Remaja adalah organisasi baru di Sekolahku, aku ikuti karena aku sepertinya erat kaitannya dengan minat dan bakatku, mesti tidak berbakat dalam menulis tapi penjelasan tentang apa itu jurnalistik membuatku sangat tertarik, “untuk mengetahui jurnalistik secara luas, silahkan buka internet, anda terlalu manja untuk di kasih tau via lisan” demikan ka’zam yang enggan dipaggil pak guru karena menurut ka’zam, dirinya belum pantas di gugu dan di tiru.
Menjourney (menelusuri) aktivitas remaja seperti aktivitasnya fuji, memberi informasi, motivasi, inspirasi dan juga preventif bagi pergaulan bebas remaja adalah bagian dari misi jurnalistik remaja ini. Fuji adalah generasi bangsa, ia anak negeri, sama seperti ku, bedanya banyak. Dia dari sumbawa, aku dari pancor, fuji kelas XII, aku kelas X, kalau jenis kelamin jangan di tanya lagi yah?. Ia juara sembilan, aku belum tau juara berapa aku esok. Juara sembilan memang bukan juara yang membanggakan, tapi bukan berarti sang juara sembilan sepi kreatifitas, buktinya fuji. Artinya setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda, bedanya sejauh mana usaha orang tersebut menggapai impian. Tetapi nyatanya kita cendrung bersuku-suku, jarang saling mengerti, apalagi saling membangun. Makanya mulai sekarang, saya akan menjauhkan diri dari rasa iri kepada teman-teman, melalui organisasi ini, mari bersama saling memotivasi, “bukan menginterveni” seperti katanya k’zam. Selamat berkreasi fuji, negeri ini bangga memiliki anda./

Tidak ada komentar:
Posting Komentar